Monday, 30 July 2012

Salam Si Perindu


Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna,
apa yang ku dapat hanya lah kekosongan di jiwa,
hadirnya kau pelengkap suasana,
hilangnya kau hanya tinggal di minda

Ku susuri jalan-jalan berliku,
yang penuh duri dan batu,
hilangnya arah tanpa dirimu,
ibarat berseorangan di dalam salju

Di tepi pantai yang indah,
ku duduk seorang diri,
dulu hari-hariku bagai tiada penyudah,
kian kelam dari hari ke hari

Di dalam kepekatan malam,
termenung aku di halaman rindu,
selalu bibirku terucap salam,
yang tinggal kuan hati yang sendu

Deru angin yang semalam,
Melujur laluan,
makin hari makin dalam,
kerna diselubungi kerinduan

Selangkah demi selangkah,
dunia maju nan ke depan,
namun jasadku bagai tiada berarah,
tanpa dirimu sebagai peneman

Si anak muda sering berbalah,
sehingga sampai ada yang tergadah,
hariku dulu penuh tawa,
namun kini hilang sudah

Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang ke tepian,
gurauan berkasih hampir selalu,
kian sunyi tak bertepian

Ombak pantai memukul-mukul,
air pasang hingga ke pagi,
hatiku meronta bagai dipukul,
kerna rinduku tak pernah berbagi

Pengakhir kata pegikat jiwa,
jiwa lara tepi perigi,
telah ku anggap kau teristimewa,
apakan daya telah pergi

memunggah barang ke atas lori,
beratnya sampai berkati-kati,
tinggal la daku seorang diri,
tidak berteman sunyi dan sepi.

-Freedom_Seeker-

No comments:

Post a Comment