Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna,
apa yang ku dapat hanya lah kekosongan di jiwa,
hadirnya kau pelengkap suasana,
hilangnya kau hanya tinggal di minda
Ku susuri jalan-jalan berliku,
yang penuh duri dan batu,
hilangnya arah tanpa dirimu,
ibarat berseorangan di dalam salju
Di tepi pantai yang indah,
ku duduk seorang diri,
dulu hari-hariku bagai tiada penyudah,
kian kelam dari hari ke hari
Di dalam kepekatan malam,
termenung aku di halaman rindu,
selalu bibirku terucap salam,
yang tinggal kuan hati yang sendu
Deru angin yang semalam,
Melujur laluan,
makin hari makin dalam,
kerna diselubungi kerinduan
Selangkah demi selangkah,
dunia maju nan ke depan,
namun jasadku bagai tiada berarah,
tanpa dirimu sebagai peneman
Si anak muda sering berbalah,
sehingga sampai ada yang tergadah,
hariku dulu penuh tawa,
namun kini hilang sudah
Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang ke tepian,
gurauan berkasih hampir selalu,
kian sunyi tak bertepian
Ombak pantai memukul-mukul,
air pasang hingga ke pagi,
hatiku meronta bagai dipukul,
kerna rinduku tak pernah berbagi
Pengakhir kata pegikat jiwa,
jiwa lara tepi perigi,
telah ku anggap kau teristimewa,
apakan daya telah pergi
memunggah barang ke atas lori,
beratnya sampai berkati-kati,
tinggal la daku seorang diri,
tidak berteman sunyi dan sepi.
-Freedom_Seeker-

No comments:
Post a Comment